Tuesday, July 24, 2018

7 Adab-adaban Bersedekah


Seorang muslim yang diberi kelebihan rezeki,  dituntut berbagi kepada sesamanya yang tidak mampu. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keharmonisan dan keseimbagan hidup di antara manusia.

BERKAITAN dengan hal ini, Islam membuat aturan kepada orang kaya saat memberikan hartanya kepada orang miskin. Tujuannya, agar orang yang membutuhkan harta dapat menikmatinya dengan tenang, sementara yang bersedekah juga mendapatkan pahala yang maksimal.

Berikut beberapa adab bersedekah yang perlu diperhatikan.

Pertama, ikhlas karena Allah Ta’ala. Allah hanya menerima sedekah yang dilakukan karena mencari keridaan-Nya, baik sedekah wajib maupun mustahab (sunnah), sedangkan sedekah yang dilakukan bukan karena-Nya, akan tertolak. Rasulullah saw menerangkan, kelak ada ahli sedekah yang dimasukkan ke neraka karena tidak ikhlas. Ia bersedekah karena ingin dikatakan dermawan. (Riwayat Muslim).

Kedua, menyegerakan ketika sudah waktunya. Jika telah wajib seseorang mengeluarkan zakat atas hartanya, hendaknya segera mengeluarkannya. Tidak boleh menundanya tanpa ada udzur. Siapa yang menunda hingga keluar dari waktunya tanpa udzur, niscaya akan menghadapi kemarahan Allah.

Ketiga, menyembunyikan dan meminimalisasi diketahui orang lain. Ini dilakukan agar amal baiknya tidak dikotori oleh godaan perasaan riya’ juga untuk menjaga perasaan mustahiq (penerima) agar tidak terbuka rahasia kefakirannya.

Sebenarnya, semiskin apa pun seseorang, Islam menganjurkan mencoba berusaha sendiri dan menyembunyikan kondisi perekonomian keluarnya, namun jika ada orang sengaja meminta-minta di hadapan umum, dianjurkan kita tetap memberinya dengan tetap menjaga keikhlasan.

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu  sebagian kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah [2]: 271).

Keempat, boleh menampakkan sedekah dengan tujuan agar dicontoh orang lain, bukan karena riya’. Rasulullah saw. berkata, “Barang siapa membuat contoh yang baik, maka dia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang beramal dengannya sampai hari kiamat.” (Riwayat Muslim).

Kelima, tidak boleh merusak sedekahnya dengan mengungkit-ngungkit kembali apa yang telah diberikan kepada orang lain. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (Al-Baqarah [2]: 264). Dalam sebuah hadis,  Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memperdaya, orang yang kikir, dan orang yang suka mengungkit-ngungkit pemberian.” (Riwayat Ahmad).

Keenam, tidak menganggap banyak berapa pun sedekah yang dikeluarkan. Ini untuk menghindari sikap ujub yang bisa menyebabkan takabur. Sebagian ulama menyatakan bahwa perbuatan baik tidak akan sempurna kecuali dengan tiga hal: menganggapnya ringan, menyegerakan, dan menyembunyikannya.

Ketujuh, yang diberi sedekah diutamakan orang yang memiliki hubungan kekerabatan. Ini dimaksudkan untuk menyambung persaudaraan yang memiliki kandungan pahala yang tak terhitung banyaknya.

Demikianlah tujuh adab bersedekah yang diajarkan syariat agama Islam. Semoga kita selalu diberi kemampuan oleh Allah swt. untuk senantiasa bersedekah.

No comments:

Post a Comment